Pengabdian..
Tak pernah akan aku sangka , tepat ditahun ke-5 ini, aku masih berada disini, dipondok ini.
Mengulas titik balik perjalanan, selama 4 tahun terakhir, menjadi seorang santriwati yang haus akan pelajaran ilmu-ilmu agama, serta mencari jati diri yang sebenarnya, tidak tanggung-tangung jarak sepanjang 85 KM pun aku lalui demi mencari ilmu dan bonus-bonus lain didalam perjalanan ini.
Mengabdi..
Suatu kalimat yang biasa diucapkan, namun tidak mudah dalam mengaplikasikannya.
Mengabdi,
Belajar menjaga amanah yang sudah sangat dipercayakan kepada diri masing-masing, dan menjaga konsekuensi yang ada.
Disini, dipondok ini, sebagian pelajaran hidup sudah aku dapatkan, bersama teman-teman, bersama anak murid, bersama para penghuni dipondok ini.
Mengabdi berarti mengabdikan diri untuk menjalankan amanah yang telah diberi oleh asaatidz, mendapat gelar panggilan seorang ustadzah atau ustadz bukanlah suatu hal yang mudah, panggilan seperti itu menjadi kebanggan tersendiri apabila tugas yang dijalankan benar-benar dilaksanakan dan dinikmati.
Sungguh kebahagiaan tak terkira ketika seorang anak kelas 1 memanggil aku “Ustadzah Ulfah”, waaah ingin rasanya melompatkan diri dari lantai 3 gedung hasanah, seperti ada hal lain yang terasa di bagian organ tubuh ini.
Mengabdi,
Keadaan bisa berubah seketika ketika rasa jenuh mulai menyergap, saat tiba-tiba hati dan fikiran berhenti menikmati keadaan yang monoton seperti ini.
Tapi, aku tak boleh seperti itu, mengabdi itu mencintai semua hal yang ada didalam pondok pesantren ini, mencintai semua komponen yang berada dipondok ini.
4 bulan lagi,aku dan teman-teman mengabdi, entah hasil apa yang telah didapat.
Aku harap raport pengabdian yang tak tertulis ini,dapat dinilai diterima baik oleh semua pihak, dan yang menilainya semua orang yang pernah menjadi bagian dalam perjalanan pengabdian ini.
Tak pernah akan aku sangka , tepat ditahun ke-5 ini, aku masih berada disini, dipondok ini.
Mengulas titik balik perjalanan, selama 4 tahun terakhir, menjadi seorang santriwati yang haus akan pelajaran ilmu-ilmu agama, serta mencari jati diri yang sebenarnya, tidak tanggung-tangung jarak sepanjang 85 KM pun aku lalui demi mencari ilmu dan bonus-bonus lain didalam perjalanan ini.
Mengabdi..
Suatu kalimat yang biasa diucapkan, namun tidak mudah dalam mengaplikasikannya.
Mengabdi,
Belajar menjaga amanah yang sudah sangat dipercayakan kepada diri masing-masing, dan menjaga konsekuensi yang ada.
Disini, dipondok ini, sebagian pelajaran hidup sudah aku dapatkan, bersama teman-teman, bersama anak murid, bersama para penghuni dipondok ini.
Mengabdi berarti mengabdikan diri untuk menjalankan amanah yang telah diberi oleh asaatidz, mendapat gelar panggilan seorang ustadzah atau ustadz bukanlah suatu hal yang mudah, panggilan seperti itu menjadi kebanggan tersendiri apabila tugas yang dijalankan benar-benar dilaksanakan dan dinikmati.
Sungguh kebahagiaan tak terkira ketika seorang anak kelas 1 memanggil aku “Ustadzah Ulfah”, waaah ingin rasanya melompatkan diri dari lantai 3 gedung hasanah, seperti ada hal lain yang terasa di bagian organ tubuh ini.
Mengabdi,
Keadaan bisa berubah seketika ketika rasa jenuh mulai menyergap, saat tiba-tiba hati dan fikiran berhenti menikmati keadaan yang monoton seperti ini.
Tapi, aku tak boleh seperti itu, mengabdi itu mencintai semua hal yang ada didalam pondok pesantren ini, mencintai semua komponen yang berada dipondok ini.
4 bulan lagi,aku dan teman-teman mengabdi, entah hasil apa yang telah didapat.
Aku harap raport pengabdian yang tak tertulis ini,dapat dinilai diterima baik oleh semua pihak, dan yang menilainya semua orang yang pernah menjadi bagian dalam perjalanan pengabdian ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar